Sunday, December 17, 2017

Tugas Makalah Tentang Tari Indang ( Dindin Badindin )

AKKOMENTAR KO JE WASENG


(ToSiBe)
SMA negeri 2 sengkang



  Yang mau nonton video nya caranya yaitu dengan mengkopi link di bawah atau dengan cara klik link tersebut

https://youtu.be/bra_zwKIe2s


Tari Indang ( Dindin Badindin )
1.        Judul
Tari indang atau tari dindin badindin berasl dari kata Indang atau disebut Badindin. Indang adalah alat kesenian tradisional tepuk yang berasal dari daerah Sumatera Barat, Tarian ini dikenal dengan Tarian Badindin, yaitu kata-kata “dindin badindin” pada lagu pengiringnya. Tarian ini sebenarnya suatu bentuk sastra lisan yang di  sampaikan secara berkelompok sambil berdendang dan memainkan rebana kecil disebut juga ripai, bentuknya sama dengan rebana pada umumnya, tetapi ukurannya lebih kecil garis tengahnya sekitar 18 sampai 25 cm dan tingginya 4,5 cm. Seperti juga rebana, berasal dari Arab dan kesenian yang dimainkan memakai Indang ini adalah kesenian bernafaskan Islam. Tari indang diciptaan oleh Rapa      ’i. Rapa ‘ merupakan pengikut setia Syekh Burhanuddin seorang tokoh terpandang yang selalu memperingati upacara tabaik di Minang.

2.        Asal Daerah
Tari indang sebuah tarian tradisional yang berasal dari budaya masyarakat Minangkabau, Pariaman provinsi Sumatra Barat. Eknik Minangkabau minyimpan banyak kekayaan tradisi lisan. Kesenian tari Indang tadinya bertujuan untuk keperluan dakwah Islam perkembanganya dibawa oleh Syekh Burhanuddin dari tanah Aceh, itu sebabnya sastra dibawakan berasal dari salawat nabi Muhammad atau hal-hal bertema keagamaan.  
  Tari Indang berkembang dalam masyarakat traditional Minangkabau yang menghuni wilayah kabupaten Padang Pariaman.   Tari Indang merupakan hasil perkawinan budaya antara Minangkabau dan peradaban Islam abad ke – 14. Peradaban tersebut diperkenalkan pedagang yang masuk ke aceh melalui pesisir barat Pulau Sumatra dan selanjutnya menyebar ke Ulakan-Pariaman.

3.      Fungsi dan Peranannya
Berdasarkan funsi dan peranannya tari indang sebagai :
1.      Sebagai serana upacara untuk upacara keagamaan islam dan dakwah islam
2.      Sebagai media pendidikan guna menyebarluaskan dakwah islam di daerah Padang
4.      Jenis jenis tari berdasarkan
A.    Perkembangannya
Berdasarkan perkembangannya tari ini merupakan tari tradisional klasik karena pada awalnya kesenian tari indang bertujuan untuk keperluan dakwah Islam. Itu sebabnya, sastra yang dibawakan berasal dari shalawat Nabi Muhammad SAW atau hal-hal bertema keagamaan. Tari Indang berkembang dalam masyarakat tradisional Minangkabau yang menghuni wilayah kabupaten Padang Pariamam.Nasrul Azwar, aktivis budaya yang tinggal di Padang menyebutkan, secara historis Indang merupakan hasil perkawinan budaya antara Minangkabau dan peradaban Islam abad ke-14. Pperadaban tersebut diperkenalkan pedagang yang masuk ke Aceh melalui pesisir barat Pulau Sumatra dan selanjutnya menyebar ke Ulakan-Pariaman.

B.     Fungsi
Tari indang berdasarkan fungsinya termasuk jenis tari upacara keagamaan karena tari indang pada umunya untuk keperluan dakwah islam dan sebagai media pendidikan yang menyampaikan nilai- nilai moral yang berguna bagi masyarakat.

C.     Bentuk Penyajian
Berdasarkan bentuk penyajiannya tari indang di sajikan dalam upacara Tabuik. Tari ini pun sering dipentaskan pada berbagai acara lain, seperti acara Penyambutan Tamu Agung, Pengangkatan Penghulu di suatu desa, atau acara Festival Budaya pada saat di tampilkan   muncul jenis-jenis nyanyian maqam, iqa’at dan avaz serta penggunaan musik gambus. Maqam menggambarkan tangga nada, struktur interval dam ambisius. Iqa’at menyimpan pola ritmik pada musik Islam. Avaz ialah melodi yang bergerak bebas tanpa irama dan diperkenalkanlah musik Islam.Pentas Tari Indang biasa diramaikan oleh tujuh penari yang semuanya laki-laki. Ketujuh penari itu biasa dinamai ‘anak indang’. Mereka dipimpin seorang guru yang disebut tukang dzikir.
            Adapun konsp gerak dalamTari Indang adalah gerakan tangan dengan jari yang membuka, patah patah menyiku mengarah ke atas seperti  pengucapan syukur dan mengagungkan.Gerak badan yang naik turun atau kekanan dan kekiri, dan gerakan utamanya yaitu menepuk tangan berirama yang menimbulkan kesan ceria dan akan lebih serasi jika dila kukan oleh lebih dari satu orang. Mengenai durasi, Tari Indang ini menggunakan waktu pertunjukan selama kurang lebih 4-5 menit. Penggunaan waktu  yang singkat ini bertu juan agar tidak menyita perhatian, kepentingan, keperluan, dan menghilangkan kejenuhan.

D.    Bentuk Koreografinya
Berdasarkan bentuk koreografinya tari indang termasuk represional karena tari ini menggambarkan tentang proses pertama kalinya  masuk agama Islam dan perkembangan budaya islam di daerah Sumatera Barat Minangkabau, Pariaman.

5.    Musik Iringan
Berdasarkan musik iringannya tari indang di iringi dengan nyanyian yang berjudul ’indang badinding’ dengan  musik gambus dan nyanyian maqam, iqaat dan avaz. Maqam menggambarkan tangga nada, struktur interval dan ambitus. Iqa’at menyimpan pola ritmik pada musik islam. Adapun avaz ialah melodi yang bergerak bebas tapa irama dan diperkenalkan musik islam.

6.    Kostum
Berdasarkan kostumnya tari indang Indang tidak membutuhkan rias pada wajah, tetapi hanya menggunakan kostum sederhana khas Minangkabau.


3 comments: