AKKOMENTAR KO JE WASENG
(ToSiBe)
SMA negeri 2 sengkang
(ToSiBe)
SMA negeri 2 sengkang
Yang mau nonton video nya caranya yaitu dengan mengkopi link di bawah atau dengan cara klik link tersebut
https://youtu.be/bra_zwKIe2s
Tari
Indang ( Dindin Badindin
)https://youtu.be/bra_zwKIe2s
1.
Judul
Tari indang atau
tari dindin badindin berasl dari kata Indang atau disebut Badindin. Indang adalah alat kesenian tradisional tepuk
yang berasal dari daerah Sumatera Barat, Tarian ini dikenal
dengan Tarian Badindin, yaitu kata-kata “dindin badindin” pada lagu
pengiringnya. Tarian ini sebenarnya suatu bentuk sastra lisan yang di sampaikan secara berkelompok sambil
berdendang dan memainkan rebana kecil disebut juga ripai, bentuknya sama dengan rebana
pada umumnya, tetapi ukurannya lebih kecil garis tengahnya sekitar 18 sampai 25 cm dan
tingginya 4,5 cm. Seperti juga rebana, berasal dari Arab dan kesenian yang
dimainkan memakai Indang ini adalah kesenian bernafaskan Islam.
Tari indang diciptaan oleh Rapa ’i.
Rapa ‘ merupakan pengikut setia Syekh Burhanuddin seorang tokoh terpandang yang
selalu memperingati upacara tabaik di Minang.
2.
Asal Daerah
Tari indang
sebuah tarian tradisional yang berasal dari budaya masyarakat Minangkabau,
Pariaman provinsi Sumatra Barat. Eknik Minangkabau minyimpan banyak kekayaan
tradisi lisan. Kesenian tari Indang tadinya bertujuan untuk keperluan dakwah
Islam perkembanganya dibawa oleh Syekh Burhanuddin dari tanah Aceh, itu
sebabnya sastra dibawakan
berasal dari salawat nabi Muhammad atau hal-hal bertema keagamaan.
Tari Indang berkembang dalam masyarakat traditional
Minangkabau yang menghuni wilayah kabupaten Padang Pariaman.
Tari Indang merupakan hasil perkawinan budaya
antara Minangkabau dan peradaban Islam abad ke – 14. Peradaban tersebut
diperkenalkan pedagang yang masuk ke aceh melalui pesisir barat Pulau Sumatra
dan selanjutnya menyebar ke Ulakan-Pariaman.
3. Fungsi
dan Peranannya
Berdasarkan
funsi dan peranannya tari indang sebagai :
1. Sebagai
serana upacara untuk upacara keagamaan islam dan dakwah islam
2. Sebagai
media pendidikan guna menyebarluaskan dakwah islam di daerah Padang
4. Jenis jenis tari berdasarkan
A. Perkembangannya
Berdasarkan perkembangannya tari ini
merupakan tari tradisional klasik karena pada awalnya kesenian tari indang
bertujuan untuk keperluan dakwah Islam. Itu sebabnya, sastra yang dibawakan
berasal dari shalawat Nabi Muhammad SAW atau hal-hal bertema keagamaan. Tari
Indang berkembang dalam masyarakat tradisional Minangkabau yang menghuni
wilayah kabupaten Padang Pariamam.Nasrul Azwar, aktivis budaya yang tinggal di
Padang menyebutkan, secara historis Indang merupakan hasil perkawinan budaya
antara Minangkabau dan peradaban Islam abad ke-14. Pperadaban tersebut
diperkenalkan pedagang yang masuk ke Aceh melalui pesisir barat Pulau Sumatra
dan selanjutnya menyebar ke Ulakan-Pariaman.
B. Fungsi
Tari indang
berdasarkan fungsinya termasuk jenis tari upacara keagamaan karena tari indang
pada umunya untuk keperluan dakwah islam dan sebagai media pendidikan yang
menyampaikan nilai- nilai moral yang berguna bagi masyarakat.
C. Bentuk
Penyajian
Berdasarkan bentuk penyajiannya tari
indang di sajikan dalam upacara Tabuik. Tari ini pun sering dipentaskan pada
berbagai acara lain, seperti acara Penyambutan Tamu Agung, Pengangkatan
Penghulu di suatu desa, atau acara Festival Budaya pada saat di tampilkan muncul jenis-jenis nyanyian maqam, iqa’at
dan avaz serta penggunaan musik gambus. Maqam menggambarkan tangga nada, struktur
interval dam ambisius. Iqa’at menyimpan pola ritmik pada musik Islam. Avaz
ialah melodi yang bergerak bebas tanpa irama dan diperkenalkanlah musik
Islam.Pentas Tari Indang biasa diramaikan oleh tujuh penari yang semuanya
laki-laki. Ketujuh penari itu biasa dinamai ‘anak indang’. Mereka dipimpin
seorang guru yang disebut tukang dzikir.
Adapun
konsp gerak dalamTari Indang adalah gerakan tangan dengan jari yang membuka,
patah patah menyiku mengarah ke atas seperti
pengucapan syukur dan mengagungkan.Gerak badan yang naik turun atau
kekanan dan kekiri, dan gerakan utamanya yaitu menepuk tangan berirama yang
menimbulkan kesan ceria dan akan lebih serasi jika dila kukan oleh lebih dari
satu orang. Mengenai durasi, Tari Indang ini menggunakan waktu pertunjukan
selama kurang lebih 4-5 menit. Penggunaan waktu
yang singkat ini bertu juan agar tidak menyita perhatian, kepentingan,
keperluan, dan menghilangkan kejenuhan.
D. Bentuk
Koreografinya
Berdasarkan
bentuk koreografinya tari indang termasuk represional
karena tari ini menggambarkan tentang proses pertama kalinya masuk agama Islam dan perkembangan budaya
islam di daerah
Sumatera Barat Minangkabau, Pariaman.
5. Musik
Iringan
Berdasarkan
musik iringannya tari indang di iringi dengan nyanyian yang berjudul ’indang
badinding’ dengan musik gambus dan nyanyian maqam, iqa’at dan avaz.
Maqam menggambarkan tangga nada, struktur
interval dan ambitus. Iqa’at menyimpan pola ritmik pada musik islam.
Adapun avaz ialah melodi yang bergerak bebas
tapa irama dan diperkenalkan musik islam.
6. Kostum
Berdasarkan kostumnya tari indang Indang tidak membutuhkan rias pada wajah, tetapi hanya menggunakan kostum sederhana khas Minangkabau.
6. Kostum
Berdasarkan kostumnya tari indang Indang tidak membutuhkan rias pada wajah, tetapi hanya menggunakan kostum sederhana khas Minangkabau.

Good
ReplyDeleteTerima kasih yg sdh liat blog in semoga bermanfaat bgi kita semuaa.#stiwa3212ipa1horasss......
ReplyDeleteMantap
ReplyDelete